Keseruan di Tanabata Matsuri 2019 : Perpaduan Budaya Jepang dan Indonesia

Hi guys..

Ya ampun rasanya kangen banget mau menulis blog. Dari kemarin awal bulan Juli sudah sibuk banget sampe nggak sempat untuk urusan pribadi aka my hobbies. Alhamdulillah, sampai minggu ke tiga bulan Juli ini diberi kesehatan Allah Ta Ala. Inget ya guys, kesehatan harus menjadi prioritas utama sesibuk apapun kalian.

Jadi ceritanya awal bulan ini, aku dapat job dari kantor untuk menjaga booth di salah satu festival yang diadakan di Cikarang. Nah dari situ aku merasa “oh ya, kenapa nggak sekalian aja ya aku tulis blognya” gitu. 

suasana booth tanabata matsuri 2019

Sejarah Tanabata 

Nama Festivalnya yaitu Tanabata Matsuri. Sejarah Tanabata yaitu berasal dari legenda asli Jepang, mengisahkan seorang pelayan wanita (miko) bernama Tanabatatsume yang harus menenun pakaian untuk dewa di tepi sungai dan menunggu di rumah untuk dijadikan istri oleh sang dewa agar desa terhindar dari bencana. Perayaan Tanabata diadakan tanggal tujuh dan di bulan tujuh. 

Tanabata diadakan secara besar besaran di berbagai kota di Sendai, Hiratsuka, Anjo, dan Sagami Hara. Tanabata yang merupakan tradisi Jepang kuno, pada jaman dahulu dilaksanakan untuk mendoakan arwah leluhur atas keberhasilan panen dan perayaan untuk kemahiran wanita dalam menenun. Setelah perayaan Tanabata meluas ke kalangan rakyat biasa, tema perayaan bergeser dari pekerjaan tenun-menenun menjadi kepandaian anak perempuan dalam berbagai keterampilan. 

Tanabata Matsuri di Cikarang

Pada kesempatan kali ini, aku antusias sekali karena pertama kalinya mengikuti secara detail acara festival Jepang-Indonesia. Seperti yang udah aku bilang tadi kalau Tanabata Matsuri biasa dirayakan pada hari ke tujuh di bulan ke tujuh, pas banget kali ini di Cikarang diadakan tanggal 6-7 Juli 2019. Acaranya pas banget pada hari sabtu dan minggu. Lokasi tempat acara juga mudah sekali dikunjungi yaitu di Citywalk Lippo Cikarang (kalau anak Cikarang pasti tahun ya di mana tempatnya). Hehe..

Budaya Indonesia

Tanabata Matsuri di hari Sabtu dimulai pukul 09:00 pagi. Acara meliputi beberapa lomba dan pertunjukan.

Lomba fashion show dengan pakaian adat Indonesia. Ini diadakan untuk anak-anak, sekitar usia 10-15 tahun. Aku bangga sama anak-anak Indonesia, antusiasmenya yang sangat tinggi ditampilkan ketika berjalan di atas panggung. Terlihat sekali bahwa mereka semua sangat amat prepare. Makeupnya cantik, bajunya cantik, sehingga cara menampilkan di muka umum itu seperti model international. Tidak ada aku lihat salah satu peserta yang cry, cemberut, dan terlambat. Di sini aku sangat apresiasi melihatnya. 

Acara selanjutnya yaitu lomba tari tradisional. Lomba tari tradisional juga diperuntukkan untuk anak usia 10-15 tahun. Ada tari saman, ada Tari Jaipong dan sebagainya. 

Budaya Jepang

Mochi tsuki yaitu tradisi di Jepang untuk membuat mochi. Kue beras ketan khas Jepang yang berbentuk bulat dan lembut. Ternyata membuat Muji tidak mudah, pertama kali saya melihatnya saya kira mochi itu dibuat dari alat elektronik, ternyata dibutuhkan beberapa orang pria untuk menumbuk ketan sehingga lembut. Wadah yang digunakan dari kayu ada satu orang yang mengayunkan Palu dan ada juga yang memberikan sedikit air dingin agar tidak lengket. Bagi masyarakat Jepang mochi diharapkan bisa membawa kekuatan dan juga harapan. 

membuat mochi

Taiko yaitu alat musik tradisional khas Jepang yang berbentuk seperti Drum. 

Omikoshi yaitu tandu Suci. Jadi pada festival ini, terdapat tandu suci yang diarak oleh beberapa puluh orang. Pengikut Shinto percaya bahwa omikoshi berfungsi sebagai kendaraan untuk mengangkut dewa di Jepang.

Omikoshi saat diarak
omikoshi tandu suci

Sasa yaitu menulis secarik kertas warna-warni yang berisi harapan dan menggantungkan di batang pohon bambu. Di booth ini juga ramai pengunjung yang ingin menuliskan keinginan-keinginannya. Dipercayai siapa yang bisa menggantungkannya di dahan yang tertinggi, itulah yang paling cepat dikabulkan.

Booth pameran

Wah jujur deh pasti  para pengunjung ngincer-nya lihat-lihat booth. Booth pameran kurang lebih ada 30 pameran. Dari pameran makanan hingga pameran merchandise. Pameran makanan ada banyak banget jenisnya dari camilan ringan khas Jepang hingga makanan berat orang Jepang. Pokoknya kalau ke sana, kenyang deh. Selain itu ada juga booth untuk menyewakan kimono. Kalau tidak salah satu kimono 30.000IDR. Dan kamu bisa menggunakannya selama satu jam untuk berfoto di berbagai spot cantik disekitar area Tanabata Matsuri. 

booth jepang

Guest Star

Nah ini juga yang paling ditunggu tunggu sama pengunjung. Tanabata Matsuri 2019 memiliki special guest star yaitu Hiroaki Kato dan Kerispatih. Sayangnya aku tidak sempat melihat karena hiroaki Kato hadirin jam 19:15 WIB dan Kerispatih di hari minggu jam 20:10 WIB. 

Nah seru kan guys? Kalau di tempat kalian ada festival Jepang ceritakan di kolam komentar, ya..

6 Replies to “Keseruan di Tanabata Matsuri 2019 : Perpaduan Budaya Jepang dan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *