5 Sisi Positif Covid-19, Poin 2 banyak yang merasakan

Emak kece, selamat pagi, siang dan malam. Apa kabar? Semoga baik ya.

Yuk, ngacung siapa disini yang khawatir banget sama Corona Virus/Covid-19?

Sedikit cerita, awal tahu Corona itu bulan Februari 2020, dimana suami saya yang profesinya berlayar akan berangkat bulan itu. Awalnya ga ada khawatir ya, karena mikirnya tuh “jauh ini di Wuhan”. Oops, itu pikiran yang SALAH besar. 

Awal bulan Maret, saya masih traveling bersama temen-temen kantor saya ke Garut. Tidak ada feeling apapun mengenai penyakit tersebut. Singkat cerita, setelah pulang, mungkin pertengahan bulan Maret baru tergoncang, terdengar kabar Indonesia sudah ada yang terinfeksi. Di satu sisi, kapal pesiar tempat suami bekerja juga sudah dikosongkan alias tidak berlayar karena semua akses ditutup.

Nah saya akan cerita gimana kehidupan sehari-hari saya selama Covid-19.

Ide Kreatif Bermunculan

Pada bulan Maret itu di kantor saya tidak ada kebijakan working from home (WFH). Padahal saat itu pemerintah sudah memutuskan untuk semua orang diam di rumah. Makin parnoo dong..  Jujur ini hal pertama yang membuat panik yaitu gimana berangkat kerja, gimana kalau kerja, gimana ini masih bebas begini. Beberapa tetangga sudah ada yang bekerja di rumah, kantornya sudah ditutup mengikuti perintah dari pemerintah. Begitu juga dengan anak anak yang sekolah, anak-anak lebih dulu menerapkan School From Home (SFH). 

Setelah dua minggu kebijakan pemerintah tersebut akhirnya kantor saya memutuskan untuk membuat jadwal seminggu masuk dan seminggu off untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Dengan penerapan WFH maupun SFH, kita dituntut lebih kreatif. Kita dihadapkan dengan teknologi yang harus kita pelajari secepat mungkin. Ibu-ibu yang memiliki Anak sekolah juga diharuskan belajar cepat dengan email, zoom, atau aplikasi lainnya. 

Selain harus cepat mempelajari teknologi, kita juga jadi lebih kreatif. Bukan hanya kreatif terhadap pekerjaan dan urusan sekolah. Karena ada waktu Luang dan tidak bisa keluar rumah kita jadi bisa memanfaatkan segala sesuatu yang ada di rumah. Misalnya kita bisa lebih kreatif dalam memasak, mempercantik ruangan, kreasi mainan anak, dan masih banyak lagi.

Menyalurkan Hobi 

Pengaruh yang positif selain lebih kreatif yaitu kita jadi ada waktu untuk menyalurkan hobi. Biasanya kita nggak tahu apa kita punya hobi atau nggak karena kita terlalu disibukkan dengan berbagai hal di luar sana. Disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk, belum lagi perjalanan berangkat dan pulang kerja yang melelahkan. Huft. Ketika adanya Covid-19 dan harus “di rumah aja”, akhirnya aku menemukan hobi baru yaitu menanam alias berkebun. 

Bicara tentang hobi, teringat pada cita-cita saya pada waktu SMP. Ya ampu, pengen jadi insinyur pertanian. Ga tau kenapa Saya seneng liat pak Tani bu Tani, lihat hamparan sawah, tanaman hijau. Singkat cerita cita-cita tak tercapai. Sampai deh menikah dan punya rumah sendiri, bilang sama suami, pokonya aku mau punya taneman. 

covid 19 and hobbies
jadi punya tanaman

Dulu, selalu mikir orang yang mempunyai “TANGAN DINGIN” saja yang bisa menanam. Itu hanya mitos. Dan setelah sebulan ini aku lebih fokus ke tanaman yang ternyata aku bisa menanam. Sangat bangga. Ketika lihat tanaman “oh iya dia tumbuh” besok lagi lihat “oh iya dia makin tinggi” dan besoknya lagi “wow udah keluar daun”. Benar-benar aku yakin bahwa ketika kita fokus mengerjakan sesuatu kita akan mendapatkan hasilnya. 

Selain menanam, banyak juga aku liat jadi banyak yang berolahraga, ada yang punya sepeda baru ga nih, emak kece?

Fokus Ibadah

Fokus atau Khusyu pada ibadah juga aku rasakan. Covid-19 membuat kita sadar kita harus fokus terhadap keyakinan kita. Harus sering berdo’a dan berbicara pada yang Mahakuasa. Sholat menjadi tidak terburu buru, bisa mendengar atau menonton kajian via online, dan melakukan lebih banyak ibadah. 

Hal ini terasa sekali pas Bulan Ramadhan. Walaupun banyak yang merasa sedih karena tidak bisa merasakan indahnya solat berjamah di masjid. Tapi coba deh difikirkan betapa indahnya Bapak-bapak menjadi imam di keluarga kecil kita. Bisa full sholat taraweh tanpa kelelahan karena pulang kerja kemalaman. Tuh nikmat Allah banget kan.

Lebih Sadar Kebersihan

Ini sih yang paling utama, dampak positif dari Covid-19 terhadap kehidupan sehari-hari adalah kita menjadi lebih sadar akan kebersihan. Biasanya ketika sampai rumah habis berpergian kita langsung cium anak tanpa bersih-bersih terlebih dahulu. Namun semenjak ada Covid-19, kita jadi disadarkan bahwa kita tidak boleh menularkan kuman, bakteri, atau virus yang kita bawa dari luar ke dalam rumah kita. Kita tidak boleh menularkan ke orang-orang yang kita sayang.

Banyak banget sih perilaku yang berubah, kita jadi lebih sering cuci tangan, lebih sering mandi, lebih sering ganti baju. Kalau untuk keluarga atau rumah biasanya saya jadi lebih sering bersih-bersih sapu-sapu, pel semua lantai rumah, tidak menunda menunda mencuci piring dan mencuci baju. Hal yang tidak pernah saya lakukan yaitu semprot disinfektan dan akhirnya saya melakukannya. 

Banyak Waktu Dengan Keluarga

Ini jadi seru ya. Bagi para pekerja ini nikmat banget, bisa berjam-jam bersama suami/istri/anak. Biasanya kita ketemu anak sudah malam dan kondisi kita sudah lesu. Sekarang kita nikmati kebersamaan ini di rumah aja. Nonton tv, bekerja dari rumah, belajar di rumah, melakukan hobi bisa sama suami dan anak. 

Makasi banyak Emak Kece yang Sudah mau mampir. Boleh lho sharing cerita apa aja dampak positif yang dirasa dari Covid-19? Tapi jangan cerita yang negatif ya. Kalau dampak negatif, nanti ya Aku buat postingan di lain kesempatan. See ya..


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *