5 Istilah terkait Virus Covid-19, supaya Kamu Waspada

Hai emak kece, apa kabar?

Spoiler : Sangat sulit bagi saya untuk memulai kembali menulis secara periodik. Kali ini saya menantang diri saya untuk memperbaiki kebiasaan buruk itu. Hehe. Tulisan ini sudah ada di notes handphone saya sejak Maret dimana Virus Corona sangat gencar mengguncang dunia. Tapi karena kesibukan yang entah mengapa sulit untuk membuka laptop dan akhirnya berakhir di awal Agustus 2020 baru saya post. Semoga masih hangat pembicaraannya.

Seperti yang kita ketahui, saat ini dunia sedang bersama-sama melawan Corona Virus atau Virus Corona. Sebenarnya apa sih Virus corona, ko serem banget ya beritanya?

Jadi, Corona virus merupakan jenis virus baru yang pertama kali penyebarannya terjadi di Wuhan, China. Virus ini yang menyerang saluran pernapasan. Salah satu ciri atau gejala awal seperti flu, batuk, demam, dan jika parah akan terjadi Pneumonia (infeksi paru-paru) hingga kematian. Kata ‘corona’ sendiri berarti ‘crown’ atau mahkota, karena jika dilihat dengan mikroskopik, virus ini memiliki ujung-ujung bulat seperti mahkota.

Infeksi Virus Corona disebut Covid-19 yang ditemukan di akhir tahun 2019 dengan sangat cepat menyebar ke seluruh negara, termasuk Indonesia. Hingga saat ini (05/05/2020), positif Corona Virus sejumlah 12.071. Oleh Karena itu, ada baiknya kita mengetahui 5 istilah yang berkaitan dengan Covid-19.

Apa sih ODP  dan PDP?

ODP itu kepanjangan dari Orang Dalam Pantauan yaitu orang yang diduga terkena Covid-19. Memiliki gejala ringan covid-19 seperti batuk, demam, radang tenggorokan, sesak napas namun belum dipastikan positif Corona Virus. Biasanya orang tersebut merupakan orang terdekat dari penderita positif. Oleh Karena itu, ODP akan diminta untuk karantina mandiri selama 14 hari.

Sedangkan PDP adalah kepanjangan dari Pasien Dalam Pengawasan. Seseorang dinyatakan PDP ketika gejala yang dialami lebih berat dan telah melalui serangkaian cek laboratorium. Terlebih lagi jika pernah memiliki kontak dengan penderita covid  yang positif.

Nah kalau OTG ?

Orang Tanpa Gejala atau disingkat menjadi OTG,  tentu juga meresahkan masyarakat.

Yakni seseorang yang tidak bergejala namun beresiko tertular, karena memiliki kontak erat dengan pasien positif Corona. Kontak erat yang dimaksud yaitu petugas medis, rekan kerja, atau teman bepergian.

Isolasi

Adalah tindakan dalam upaya memangkas rantai penyebaran Covid-19 dengan memisahkan pasien terinfeksi dari orang lainnya. Dalam kasus ODP atau OTG, juga dikenal istilah ‘isolasi mandiri’ yakni memisahkan diri dari berhubungan dengan keluarga di rumah sendiri. Pisahkan ruang untuk pasien dari keluarga lainnya. Durasi Selama 14 hari. Saat isolasi, kuatkan imun tubuh dengan banyak memakan sayur dan buah.

Rapid Test

Rapid test adalah metode skrining/penyaringan awal untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona. Prosedur pemeriksaan Rapid Test dengan mengambil sampel darah dari ujung jari dan menempatkannya di alat Rapid Test. Hasil akan keluar sekitar 10-15 menit. Jika tubuh telah membentuk antibodi karena adanya virus, maka hasil test akan positif.

PCR (Polymerase Chain Reaction)

Selain Rapid Test, ada juga test PCR yang digunakan untuk mendeteksi Virus Corona dalam tubuh. Prosedur awal diambilnya sampel dahak, lendir atau cairan pada bagian antara hidung dan tenggorokan, bagian mulut dan tenggorokan, atau paru-paru pasien. Sampai saat ini, tes PCr merupakan tes yang paling akurat untuk menentukan penderita positif Corona Virus.

Nah itu dia Emak kece. Mengutip dari website covid19.go.id “pengetahuan adalah segalanya. Pastikan berbagi informasi yang benar dengan keluarga, kerabat, rekan kerja dan lingkungan anda. Mulai beraksi sekarang #dirumahaja.“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *