3 Alasan Memilih Nama Blog Sarndila

Wah ga kerasa ya, sudah hari ke tiga #BPN30dayChallenge2018. Saya itu masih baru banget di dunia bloging, jadi ketika saya terima challenge ini itu benar-benar menyemangati diri sendiri. Hm, begini rasanya kalau dikejar-kejar ya. 
Hayo dateline, dateline.
Hehe. 
3 alasan
Back to topic, ketika pertama kali memutuskan untuk membuat blog, pasti yang terlintas adalah “nama”. Seperti menamakan anak yang baru lahir, pasti kita akan memikirkan nama yang cocok dengan arti yang baik. Arti yang akhirnya akan menjadi harapan pada blog tersebut, pandangan ke depan, hingga akan menjadi visi-misi.
Sebuah nama menurut saya menjadi salah satu kunci sukses sebuah blog. Nama dan niche yang bagus akan terdeteksi dengan mudah ketika orang mencarinya melalui Google. Yaa, tapi balik lagi sih kalau isinya tidak berbobot pasti ga akan banyak followersnya (hehe, padahal saya juga belum punya followers)

Terbentuknya sarndila.wordpress.com 

Awal saya bangkit membuat blog karena saran dari teman yang sudah jatuh cinta terlebih dahulu ke dalam dunia bloging. Dia berani mengambil keputusan resign dari tempat kerjanya untuk menjadi fulltime blogger. Pada saat itu yang terlintas pertama kalinya adalah “kasih nama apa ya blog aku?”

Gunakan nama yang pendek dan mudah diingat

Sarndila.
Ya sarndila menjadi pilihan saya.
Alasannya sangat simple yakni diambil dari nama asli saya, Fadilah Sarning, hanya saya balik dari last name menjadi di depan dan first name saya taruh di belakangnya.
sarn
Sarndila  juga merupakan alamat email pertama yang saya buat pada saat saya SMP. Hal ini begitu berkesan dengan saya sarn_dila@yahoo.com bisa begitu melekat selama 16 tahun lamanya. Perjalanan yang sangat panjang, dari zaman Friendster, Facebook, Path, hingga sekarang Instagram. Semoga nama ini bisa membawa keabadian juga sama seperti alamat emailnya. Heehee. 

Brand Untuk Diri Sendiri

Ini impian banget kalau suatu saat punya brand sendiri walaupun belum tahu akan usaha apa. Hehe. Yang pasti mau namanya sarndila.  Memantaskan namanya agar suatu saat bisa menjadi sesuatu yang bisa dikenal. Nama yang mudah menjadi nilai tambah, karena diingat orang kan. Aamiin.

Tidak Mau Menggunakan Kata / Ejaan yang Gaul

Pada akhirnya kata-kata yang dianggap gaul pada saat ini akan menjadi kuno di masa depan. oleh karena itu, saya lebih prefer menggunakan nama pribadi dari pada kata-kata gaul saat ini. Nah tips juga buat kalian yang lagi bimbang menentukan nama blognya, tolong hindari kata-kata atau ejaan yang dianggap gaul, misal sarndila ditulis menjadi s4rndil4. Oh please God.
Hehe.
Segitu dulu ya, besok kita sambung lagi di hari ke empat #BPN30dayChallenge2018.
Semoga apa yang aku tulis bisa menjadi masukan juga buat blogger pemula, walapun aku juga masih pemula. Hehe.
see you!
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *