Ketika Buka Bersama menjadi Budaya di Kala Ramadhan

“Tanggal 6 Mei buat Alumni SD. Tanggal 7 bukber di kantor. Tanggal 8 sama anak kampus. Wah penuh banget nih jadwal aku tahun ini.”

Ada yang mengalami kejadian kaya di atas? Wah bak selebriti deh kamu ya. Tapi begitu ga ramadhan, teman-teman kamu pada kemana? Hehe,, santai mumpung bulan puasa, bulan Ramadhan yang suci, mari kita bahas kenapa sih ko bisa ya BukBer alias Buka Bersama jadi trend atau budaya saat Ramadhan.

BUKBER dan BUDAYA

Jika kita telisik terlebih dahulu, asal kata budaya memiliki arti yaitu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi-generasi. Nah budaya sendiri diambil dari kata Sansekerta,  yakni “buddhayah” artinya hal-hal yang memiliki arti budi dan akal sehat. Sebagian budaya juga tidak ada aturan tertulis. Budaya juga terlahir karena ada cipta, rasa dan karsa manusia. 

Dari pengertian budaya, buka bersama alias BukBer terlahir dari kesamaan kita dalam sebuah kelompok, kesamaan dalam agama dan lingkungan. Bukber ada karena kita dalam siklus yang diciptakan oleh tetua-tetua kita sebelumnya. Bukber memang tidak ada aturan tertulis, kecuali ya dari kantor kamu, pasti deh tuh keluar MEMO PERUSAHAAN. Haha ya kan?

Sedangkan kalau dari perkumpulan, biasanya keputusan diambil dari suara terbanyak. Dari waktunya kapan, dimana ngadainnya, berapa iurannya, dan sebagainya.

BUDAYA BUKBER BAGUS GA SIH?

Kalau membicarakan bagus atau tidaknya, semua jadi subjektif ya. Karena budaya bukber adalah budaya yang tidak ada keterikatan dan tidak ada peraturan tertulis. Bukber biasanya kit alaksanakan karena atas dasar undangan seseorang, dari kantor, perkumpulan, alumni, keluarga besar, dan sebagainya.  

Secara psikologis, Bukber dapat memberikan rasa percaya diri, menumbuhkan juga ras kebersamaan sehingga diri ini merasa tidak seorang diri, meningkatkan rasa dihargai dan dipercaya karena telah diundang dan masih diingat teman-teman, dan masih banyak lagi. Selama kamu berkumpul dengan orang-orang baik, zat-zat baik juga akan menempel pada diri kamu, sehingga secara psikologi kamu akan merasa bahagia.

Secara ekonomi, ada beberapa hal yang sering saya lihat dalam acara bukber, yaitu makanan yang berlebihan. Oh no, please teman-teman semua, jika mau mengadakan BukBer buatlah sesuatu yang PAS, tidak kurang, namun tidak mubazir. Dari segi ekonomi juga, jika acara BukBer yang diadakan dari komunitas, yang berarti ada iuran sendiri, kamu sebaiknya mengecek terlebih dahulu berapa iurannya, masih ada sisa uang gaji tidak jika ikut acara tersebut, jangan-jangan setelah Bukber, kamu beneran puasa 24 jam. Duuh, jangan ya. Hehe.

Secara sosial, dari Bukber yang akhirnya merajut kembali rasa percaya diri dan mendapat kepercayaan seseorang atau lingkungan, maka akhirnya kehidupan sosial kamu pun akan berkembang. Sepertinya ini lah yang menjadi puncak dan harapan orang berlomba-lomba dan meluangkan waktu untuk ikut hadir di berbagai acara Bukber. 

MANFAAT BUKBER

Sampai saat ini, saya masih mengikuti beberapa BukBer, ya walaupun tidak seperti zaman single dan muda dulu, di kalender semua full jadwal. Hehe. Kali ini setelah menikah dan bekerja, saya lebih mengerucutkan acara Bukber di luar. Yah namanya juga sudah tidak muda lagi, rasanya ga betah lama-lama di luar rumah. Berikut manfaat Bukber yang saya ambil dari pengalaman saya.

Mempererat tali silaturahmi

Bisa dibilang ini yang menjadi alasan utama jika menghadiri acara Bukber. Terutama bagi teman-teman alumni yang jarak ketemu atau keluarga besar yang juga cuma ketemu setahun sekali. Ada baiknya untuk mengadakan BukBer di bulan Ramadhan. 

Melancarkan Komunikasi 

Tidak dipungkiri, namanya ketemu setahun sekali sering kali ya awal-awal pembicaraan menjadi hambar, oleh karena itu dimulai dari pertemuan BukBer ini bisa banget lho memperbaiki komunikasi kamu dan teman setelahnya.

Memperbanyak Rezeki 

Ini poin plus banget. Dari berbagai sumber terpercaya, BukBer dapat memperbanyak rezeki. Keberkahan bagi yang menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa. Masya Allah nikmatnya. 

Secara pandangan saya, Budaya Bukber itu baik-baik saja. Tapi balik lagi ke diri kamu masing-masing. Tiga manfaat itu baik banget buat diri kita, masa kamu ga mau sih? Hehe. 

Happy Ramadhan.

6 Replies to “Ketika Buka Bersama menjadi Budaya di Kala Ramadhan

  1. Masya Allah iye bener ukhti, 3 manfaat tsb emg bagus yess. Tp agak parno klo diajak bukber sama tmn SMP atau SMA, kenapa? Karena pada ngajak anaknya -_-
    Lha gw? Wkwkwkkw

  2. Bukber merupakan suatu bentuk kebersamaan mbakyu. Karena di era milenia ini kebersamaan suatu hal jarang bisa diwujudkan…tulisan bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *